02 Maret 2009

PROFIL SINGKAT KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS


Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) adalah sebuah kabupaten maritim di laut China Selatan yang berada dalam wilayah administratif provinsi Kepulauan Riau. Secara geografis KKA berada pada posisi 1 derajat 30 menit - 3 derajat 30 menit Lintang Selatan dan 105 derajat 20 menit – 106 derajat 50 menit Bujur Timur. Sedang luas wilayahnya sekitar 47.040,6 Km persegi, dengan wilayah daratnya hanya seluas 996,6 Km persegi sementara sisanya adalah lautan.

Sebagai kabupaten maritim wilayah Anambas meliputi banyak pulau, tak kurang dari 238 buah pulau besar dan kecil berada dikawasan ini, sekitar 212 pulau diantaranya adalah pulau-pulau yang belum berpenghuni. Lima buah pulau diantaranya merupakan pulau-pulau terluar yang menjadi batas ukur NKRI. Anambas berbatasan langsung dengan perairan internasional dan negara tetangga. Sebelah utara KKA berbatasan dengan laut China Selatan/ Vietnam dan Kamboja, sebelah selatan dengan laut Natuna, sebelah barat dengan Semenanjung Malaysia serta sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Natuna.

Gugusan kepulauan Anambas dibentuk sebagai sebuah daerah otonom pada tanggal 24 Juni 2008 berdasarkan UU No. 33 tahun 2008, sebagai pemekaran dari kabupaten Natuna. Wilayah KKA meliputi tujuh kecamatan yaitu kecamatan Siantan yang berpusat di Terempa, kecamatan Palmatak berpusat di Tebang, kecamatan Siantan Selatan berpusat di Air Bini, kecamatan Siantan Timur berpusat di Nyamuk, kecamatan Siantan Tengah berpusat di Air Asuk, kecamatan Jemaja berpusat di Letung, serta kecamatan Jemaja Timur berpusat di Ulu Maras. Sedang ibukota KKA berkedudukan di Terempa-pulau Siantan. Sampai dengan Januari 2010 penduduk KKA berjumlah 57. 541 jiwa. Lebih dari 65 persennya berprofesi sebagai nelayan. 8 persen sebagai petani kebun, 4-5 persen sebagai pedagang, dan sisanya adalah PNS dan pekerja pada perusahaan Migas yang beroperasi di laut Anambas.

Mayoritas penduduk Anambas adalah berasal dari rumpun Melayu dan beragama Islam. Namun masyarakat Melayu di Anambas sangat menjunjung tinggi dan menghargai keragaman. Delapan persen populasi KKA yang merupakan etnis Tionghoa dapat hidup membaur dan menjalankan aktivitas keagamaan mereka dengan leluasa. Selain suku Melayu dan etnis Tionghoa, KKA juga dihuni oleh suku Bugis, Jawa, Minang, Batak, dan Sunda-Banten.


Wilayah KKA merupakan daerah penghasil migas. Tiga perusahaan utama yang mengelola Migas di laut Anambas adalah Conoco-Philips, Primeir Oil, dan Star Energi. Selain dilaut ketiga perusahaan tersebut juga mengandalkan aktivitasnya di bascamp mereka yang terletak di desa Payalaman, kecamatan Palmatak.

Selain Migas KKA juga memiliki sejumlah objek wisata yang amat potensial untuk dikembangkan. Diantaranya adalah objek wisata Air Terjun Temburun dan Pantai Padang Melang. Air Terjun Temburun terletak dipulau Siantan. Bentuknya yang bertingkat tujuh dengan debit air yang tak pernah kering meski dimusim kemarau, serta posisinya yang menghadap langsung ke pantai menjadikan panorama Air Terjun Temburun sungguh mempesona. Sedang Pantai Padang Melang yang terletak di kecamatan Jemaja juga tak kalah eloknya. Pasir putih menghampar sepanjang 7 Km, dengan pepohonan rindang yang menambah eksotik panorama sekitar. Selain kedua objek pariwisata tersebut KKA juga memiliki puluhan pulau kecil dengan bebatuan karang dan panorama bawah laut yang yang sangat cocok untuk aktivitas diving dan snorkeling, juga untuk berselancar ria.

Sebagai sebuah kabupaten baru, KKA sedang bergegas dan berbenah diri untuk mengejar ketertinggalan. Namun melihat potensi yang dimiliki Anambas jika dikelola secara benar daerah ini tentu sangat berpeluang menjadi daerah otonom yang mandiri, maju, dan sejahtera.