30 April 2009

ARSIP PANTUN

Toke balek menjelang petang
Berjalan kaki lewat perigi
Hari Imlek tlah pun datang
Ampau yang banyak sila dibagi

Kalau tak hendak tersangkut hutang
Jangan jarta dipunah-ranah
Smoga peruntungan kan lekas datang
Di tahun baru kerbau tanah
---------------------------------

Anak ketam didalam batu
Sepat terjerat didalam peti
Meski jauh Anambas itu
Tetap tersemat didalam hati

Udang kare dibalik batu
Rinyu dan jebung dijaring jua
Badan lesu pikir tak tentu
Rindukan kampung ayah dan bunda
----------------------------------

Dari Sambas ke pulau Jemaja
Menyeberang laut melintas negeri
Alam Anambas eloknya rupa
Bila ditata kan jadi ladang rezeki

Pulau Siantan pusatnya negeri
Tempat berkantor bapak Bupati
Para pelancong kan ramai kemari
Bila inftrastruktur tlah dibenahi
----------------------------------

Wahai tuan pemimpin pegeri
Amanat rakyat genggam yang Erat
Janganlah tuan nak coba mencuri
rakyat melarat tuan dilaknat

Wahai tuan yang bijak bestari
Berpikir cerdas berakal sehat
Bila memimpin dengan sungguh hati
Rakyat sejahtera negeri kan selamat
-----------------------------------

Jikalau ada kata mufakat
Jangan selisih sengaja dicari
Pesta pemilu kian dekat
Mari memilih untuk negeri

Pulau Matak pulau bertuah
Tempat bertakhta si Datuk Kaya
Pilihlah caleg yang punya marwah
Jangan yang korup dan suka berdusta
------------------------------------

Adat Melayu di junjung tinggi
Syari'at Islam dilaksanakan
Jika hidup tak mau rugi
Tebarkan amal dan kebajikan

Budaya Melayu budaya bangsa
Warisan leluhur untuk negeri
Rakyat makmur nan sejahtera
Tanda pemimpin bijak bestari
------------------------------------

Gunung Daik bercabang tiga
Duhai menjulang tinggi puncaknya
Kawasan perbatasan harus dijaga
Negeri berdaulat itu tandanya

Dari Terempa ke desa Piasan
Naik perahu kayuh bersama
Anambas itu kawasan perbatasan
Mesti diperhatikan dengan seksama
------------------------------------

Ada bujang mencari ijuk
Ijuk buat penyapu lidi
Adinda sayang jangan merajuk
Bila Merajuk jauh rezeki

Kayu cendana dan kayu jati
Elok diukir dibuat meja
Wahai adinda yang baik hati
Hapuslah duka mari bekerja
------------------------------------

Bukan tongkol bukan kerisi
Tuna dijaring sepat didapat
Petinggi parpol sibuk koalisi
Jangan sampai menipu rakyat

Ikan dijaring untuk dijaja
Dijaja oleh si Bujang Kelana
berebut kuasa boleh saja
Asal untuk kemaslahatan bersama
------------------------------------

Maksud hati menanam manggis
Manggis ditanam yang tumbuh delima
Wahai adinda jangan menangis
Lupakanlah salah dan duka lama

Buruk didalam sibuah manggis
Wanginya kurang manis tiada
Jikalau adinda terus menangis
Apa maknanya maaf kakanda
------------------------------------

Satu dan dua jadinya tiga
Jangan dikurang sembarang cara
Tiga pasang Capres akan berlaga
Rakyat semesta jadi hakimnya

Angka sembilan angka keramat
Kalau tigabelas katanya bahaya
Siapapun kelak yang akan didaulat
Indonesia tetap harus berjaya